Aku nulis ini dengan keadaan sadar sambil mendengarkan lagu Flume dari Bon Iver.
Belaian tatkala selalu terbayang bagai sentuhan sinar matahari menerpa kulit. Sumpah. Bahkan tidak peduli jika terbelah jantung hati bila seringai nya yang menyejukkan bagai suara derapan hujan yang berderu pada tanah. Bergemuruh bagai ombak yang berseteru dengan suara angin.
Hidup lah hari ini, luapkan lah seluruh isi hati, bergemuruh, bersedih, seperti irama gaduh di dalam kepala berputar bagai kicauan burung yang menderam. Ibu, segeralah berbahagia selalu. Semoga dapat berdamai dengan segala batin dan luapan lubuk hati. Terima kasih telah berani, menyelesaikan segala benang yang rumit. Terima kasih atas segala cinta. Terima kasih telah kembali, jauh dari lorong gelap tanpa ujung.
Alea β Januari, 2024